Kerja Sama MBKM, PKBI Sulsel dan Program Studi Sosiologi FIS-H UNM Edukasi Kesehatan Reproduksi dan HIV AIDS

Dalam upaya meningkatkan kesadaran civitas akademika tentang pentingnya kesehatan reproduksi, infeksi menular seksual (IMS) dan pencegahan HIV/AIDS, Program Studi Sosiologi FIS-H UNM bekerja sama Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Makassar melaksanakan program edukasi kesehatan yang mengusung tema “Kesehatan Reproduksi, IMS, dan HIV/AIDS”. Acara ini menampilkan pembicara utama, Nur Hayati, S.Tr. Keb., manager Klinik Cinta Ibu PKBI Sulawesi Selatan, dan dimoderatori oleh Reihan, mahasiswa magang Sosiologi (17/05) bertempat di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM.

Dalam paparannya, Nur Hayati menyampaikan berbagai informasi penting mengenai kesehatan reproduksi, termasuk pemahaman pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi, serta cara-cara efektif untuk mencegah infeksi menular seksual (IMS). Ia juga mengedukasi peserta mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan menjaga kebersihan diri.

Pada sesi tentang HIV/AIDS, Nur Hayati menjelaskan tentang penyebab, cara penularan, gejala, dan metode pencegahan HIV/AIDS. Ia menekankan pentingnya tes HIV secara dini dan pemahaman mengenai pengobatan yang tersedia saat ini, yang dapat membantu pengidap HIV untuk hidup sehat dan produktif. Nur Hayati juga mengajak peserta untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), karena dukungan sosial sangat penting dalam upaya penanganan HIV/AIDS.

“Kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS adalah isu krusial yang membutuhkan perhatian dan pemahaman dari seluruh lapisan masyarakat. Edukasi yang tepat adalah kunci untuk mencegah berbagai masalah kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup kita bersama,” ujar Nur Hayati..

Dengan adanya kegiatan ini, mewakili Ketua Prodi Sosiologi, Mario M.Si selaku pembuka kegiatan ini mengharapkan lingkungan kampus dapat lebih sadar dan peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan pencegahan terhadap HIV/AIDS. Semoga kegiatan ini dapat terus dilakukan dengan melibatkan lebih banyak orang yang terlibat di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *